Mbah Hasyim Asy’ari

kh hasyim asyari kaligrafi ukir nuHadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Jiwa kemandiriannya sudah terpupuk dan nampak sejak muda. Kyai Usman kakeknya, kerap kali mendidiknya agar tidak mudah bergantung pada orang lain. Sejak kecil sudah terbiasa mencari nafkah sendiri dengan bertani dan berdagang. Hasilnya, digunakan untuk mencari ilmu.

Kecintaan dan kesungguhannya dalam mencari ilmu membuahkan hasil. Ketika bermukim di Makkah, beliau ditunjuk sebagai salah satu guru di Masjidil Haram bersama para ulama asal Indonesia. Diantaranya Syaikh Nawawi al-Bantani dan Syaikh Khatib al-Minangkabawi.

Selama mengajar, murid Kyai Hasyim berasal dari berbagai negara. Diantaranya adalah mufti India Syaikh Sa’dullah al-Maimani, ahli hadits di Makkah Syaikh Umar Hamdan dan al-Syihab Ahmad bin Abdullah dari Suriah. Sementara dari tanah air sendiri KH. Wahab Hasbullah, KH. Dahlan, KHR. Asnawi Kudus, KH Bisri Syansuri dan KH Saleh Tayu.

Di Indonesia, predikat keulamaannya semakin dikukuhkan ketika gurunya yang sangat dihormati, Kyai Chalil Bangkalan datang ke Tebuireng untuk belajar hadits. Tidak heran, jika konsolidasi para ulama dapat dikristalisasikan di pesantren Tebuireng Jombang.